Entah kenapa terkadang sangat takut kehilangan sesuatu...
Takut kehilangan orang-orang yang disayang...takut kehilangan barang yang berharga....
Sangat wajar jika seorang teman selalu berkata, "cintailah sesuatu dengan sewajarnya karena bisa jadi suatu saat ia akan menjadi sesuatu yang engkau benci dan bencilah sesuatu dengan sewajarnya karena bisa jadi suatu saat ia akan menjadi sesuatu yang engkau cintai". Seringkali hal itu didengar, namun memang terkadang kita sebagai manusia selalu saja bertindak berlebihan. Berlebihan mencintai sesuatu seperti pada halnya harta, tahta, dan keluarga.
Mengingat hal ini rasanya jadi ingat dengan salah satu firman Allah yang satu ini...
“Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (Al-Anfal: 28)
Menanggapi tentang rasa kehilangan ini rasanya agak sensitif (untuk penulis mungkin tepatnya -_-). Di satu sisi merasakan kehilangan adalah satu rasa yang menyedihkan, apalagi perpisahan dengan orang yang dicintai. Bagi yang meninggalkan bisa jadi kepergiannya adalah satu hal yang dinantikan karenanya dia akan menemukan suatu fase kehidupan baru- yang lebih menyenangkan dari kehidupan sebelumnya. Sedangkan bagi yang ditinggalkan tidak jarang ia hanya akan berdiam diri dan terus berkutat dengan kesedihannya.
Di satu sisi yang lain (menurut pandangan penulis), merasakan kehilangan berarti cobaan yang akhirnya akan memberikan hikmah. Bisa jadi kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai merupakan suatu teguran dari Sang Maha Pencipta akibat lebih besarnya cinta kita terhadap makhluk ciptaan-Nya. Hal ini tentunya cara Ia mengingatkan kita bahwa tak ada yang pantas dicintai melebihi diri-Nya- Sang Pemilik Cinta.
Jadi teringat kisah setelah kepergian Nabi Muhammad SAW...bahwa para sahabat sangat merasakan kehilangan yang mendalam sampai-sampai Umar bin Khatab berkata “Demi Allah, Rasulullah SAW tidak mati, Demi Allah, tidak ada yang terlintas di hatiku, kecuali itu. Dan Allah pasti akan menghidupkan beliau kembali, lalu pasti akan memotong tangan dan kaki orang-orang laki-laki (yang mengatakan Nabi SAW telah meninggal)”.
Selanjutnya Abu Bakar RA datang, lalu membuka (wajah) Rasulullah SAW dan menciumnya sambil berkata, “Aku tebusi engkau dengan ayah dan ibuku, engkau adalah orang yang baik, hidup ataupun mati. Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, Allah tidak akan mencicipkan kepadamu dua kematian selamanya”. Kemudian Abu Bakar keluar dan berkata (kepada ‘Umar), “Wahai orang yang bersumpah, jangan tergesa-gesa”. Setelah Abu Bakar berbicara, maka ‘Umar duduk. Abu Bakar lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya, dan berkata, “Ketahuilah, barangsiapa menyembah Muhammad SAW, maka sesungguhnya Muhammad telah meninggal. Dan barangsiapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha hidup, tidak akan mati, dan Dia berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu akan mati, dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). [QS. Az-Zumar : 30]. Dan Allah berfirman (yang artinya), “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia meninggal atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) ? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan madlarat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”. [QS. Ali ‘Imran : 144]. Perawi berkata, “Lalu orang-orang menangis tersedu-sedu”. [HR. Bukhari juz 4, hal. 193]
Akan menjadi orang yang bersikap seperti apakah kita ketika harus kehilangan sesuatu atau orang yang sangat kita cintai??
kisah diakhiri setelah di awali,cinta di awali dengan kebahagiaan dan diakhiri pula dengan kebahagiaan
Agar Menjadi Manusia Yang Lebih Baik
Selamat datang di Manis Pahitnya hidup, Semoga bermanfaat...
Kamis, 13 Oktober 2011
Kamis, 06 Oktober 2011
IBU
IBU
Suatu ketika.... seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia...
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan, “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah.” Kata si bayi...
Tuhan menjawab. “ Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.” “tetapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia.” Demikian kata si bayi. Tuhan pun menjawab “ Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.” Si bayi pun bertanya kembali. “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepda-Mu?” sekali lagi Tuhan menjawab. “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.” Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi. “ Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya..?” dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab “ Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun” si bayipun masih belum puas dan melanjutkan pertanyaannya. “ Tetapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi...?” dan Tuhanpun menjawab. “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu.” Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya. “Tuhan.... jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku siapa malaikat dirumahku nanti..?” Tuhanpun menjawab “Kamu dapat memanggil malaikatmu... IBU...”
Kenanglah ibu
Yang menyayangimu
Untuk ibu
Yang selalu meneteskan
Air mata ketika kau pergi.........
Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur
Tanpa selimut demi melihatmu
Tidur nyenyak dengan
Dua selimut
Membalut tubuhmu
Ingatkah engkau
Ketika jemari ibu
Mengusap lembut kepalamu?
.... dan ingatkah engkau
ketika air mata menetes
dari mata ibumu
ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu
Yang selalu menantikan
Kepulanganmu dirumah
Tempat kau dilahirkan
Kembalilah memohon maaf
Pada ibumu yang selalu rindu
Akan senyumanmu
Jangan biarkan engkau
Kehilangan saatsaat yang akan
Kau rindukan di masa datang,
Ketika ibu telah tiada.....
Tak ada lagi yang berdiri
Didepan pintu menyambut kita
Tak ada senyuman indah....
Tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar
Yang kosong tiada penghuninya,
Yang ada hanyalah baju
Yang digantung
Di lemari kamarnya
Tak ada lagi
Dan tak akan ada lagi
Yang meneteskan air mata
Mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya
Kembalilah segera......
Peluklah ibu
Yang selalu menyayangimu...
Ciumlah kaki ibu
Yang selalu merindukanmu
Dan berikanlah yang terbaik
Diakhir hayatnya
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.....
Ibu.... maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas....
Di buat untuk ibuku yang telah melahirkan diriku kedunia ini yang telah berjuang susah payah mengandung diriku, melahirkanku, dan merawatku hingga besar.... trimakasih ibu jasamu tak akan terbalaskan.... aku menyayangimu ibu....
Suatu ketika.... seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia...
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan, “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah.” Kata si bayi...
Tuhan menjawab. “ Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.” “tetapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia.” Demikian kata si bayi. Tuhan pun menjawab “ Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.” Si bayi pun bertanya kembali. “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepda-Mu?” sekali lagi Tuhan menjawab. “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.” Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi. “ Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya..?” dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab “ Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun” si bayipun masih belum puas dan melanjutkan pertanyaannya. “ Tetapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi...?” dan Tuhanpun menjawab. “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu.” Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya. “Tuhan.... jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku siapa malaikat dirumahku nanti..?” Tuhanpun menjawab “Kamu dapat memanggil malaikatmu... IBU...”
Kenanglah ibu
Yang menyayangimu
Untuk ibu
Yang selalu meneteskan
Air mata ketika kau pergi.........
Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur
Tanpa selimut demi melihatmu
Tidur nyenyak dengan
Dua selimut
Membalut tubuhmu
Ingatkah engkau
Ketika jemari ibu
Mengusap lembut kepalamu?
.... dan ingatkah engkau
ketika air mata menetes
dari mata ibumu
ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu
Yang selalu menantikan
Kepulanganmu dirumah
Tempat kau dilahirkan
Kembalilah memohon maaf
Pada ibumu yang selalu rindu
Akan senyumanmu
Jangan biarkan engkau
Kehilangan saatsaat yang akan
Kau rindukan di masa datang,
Ketika ibu telah tiada.....
Tak ada lagi yang berdiri
Didepan pintu menyambut kita
Tak ada senyuman indah....
Tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar
Yang kosong tiada penghuninya,
Yang ada hanyalah baju
Yang digantung
Di lemari kamarnya
Tak ada lagi
Dan tak akan ada lagi
Yang meneteskan air mata
Mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya
Kembalilah segera......
Peluklah ibu
Yang selalu menyayangimu...
Ciumlah kaki ibu
Yang selalu merindukanmu
Dan berikanlah yang terbaik
Diakhir hayatnya
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.....
Ibu.... maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas....
Di buat untuk ibuku yang telah melahirkan diriku kedunia ini yang telah berjuang susah payah mengandung diriku, melahirkanku, dan merawatku hingga besar.... trimakasih ibu jasamu tak akan terbalaskan.... aku menyayangimu ibu....
Langganan:
Postingan (Atom)

